mari kembali sebentar ke 7 tahun yang lalu, ketika seragam putih abu-abu masih sangat khas dibadan. tahun terakhir sebelum melangkah menuju dunia sebenarnya. seperti kebanyakan orang akan mulai berpikir anda akan mau jadi apa kedapanya. orang seperti saya agak berebeda, hidup bagaikan air yang mengalir. kadang mimpi bisa secepat kilat berubah. sebuah pertanyaan datang dari seorang guru pengganti Biologi yang saat itu sedang melakukan praktek pengalaman lapangan yang disingkat PPL, bernama Fahmi Rozi. pertanyaan yang sederhana dan mengubah hidup, " ardian!!, kamu mau jadi apa nantinya?" dengan arogansi jiwa muda, saya menjawab dengan sombong " jadi apajalah pak asal jagan jadi guru " .
petualangan pun dimulai teman... biasa setelah UN yang tak seberapa, UN yang membuat banyak orang Indonesia menanggung doa karena tanggun jawab, ujian yagn merusak karakter anak bangsa, kebohongan umum yagn membuat anak-anak tidak percaya sama proses ktika hasil akhir terlihat jelas. maka anak-anak tidak akan mengganggap proses adalah hal yagn penting ketika hasil akhir diraih dengan mudah, dan parahnya kebohongan sudah menjadi hal yagn lumrah, maka jagan salahkan jika anak-anak sekarang suka berbohong. Intensif pun dilalui degnan sangat sederhana membawa mimpi yagn besar.... cari tempat intensif yagn gratis, kala itu ada namanya intensif kopri khusus gratis untuk anak-anak yang PNS. alhasil belajar pun malas. karena hak yang gratis dan mudah didapat tidak akan dihargai.
pilihan pertama saya untuk perguruan tinggi adalah kedokteran, tapi karena saya sangat percaya saya tidak akan lulus, dan tidak mau mati konyol maka saya mengganti dengan kesehatan masayarakat. dan pilihan kedua sastra inggris usu, dan pilihan yang ada untuk hanya memastikan agar terdaptar di perguruan tinggi adalah Pendidikan Biologi Unimed, pertamanya mau matematika, tapi ntar muka saya seperti trigono metri, pingi kimia... waduh.. ntar kebanyakan menghirup zat jadi mandul dah.... fisika... jagan tanya... pelajaran yang paling saya tidak suka, bayangkan saja... masak satu soal bisa ada lima rumus didalamnya.... soal apaan itu... ngak enak... #mie sedap...
intensif pun dilalui degnan hari-hari yagn indah bersama teman-teman, ada isan, iwan, adi, kak ayu, nisa.
pengalaman pertama adalah nyasar sampai ke amplas, tujuan hendak ke sun plaza karena salah prediksi angkot karena jalan sun plaza one way... hadeh memalukan... dan pengalaman yagn paling tidak terlupakan adalah.... eng ing eng.... waktu itu hari jumat, kami membawa bekal makan siang, karena kalo hari biasa mash ada waktu untuk makan tapi karena jumat kami harus lebih cepat datang karena untuk sholat jumat di mesjid agung, tiba saat selesai mau makan bekal, tapi malah bingung cari tempat, biasa la anak muda laki-laki biasa malu kalo ketahuan bawa bekal dari ruamah... yagn ada isan dan iwan berkata, tenagn aja , kami ada tempat yagn mantap dan tenang, harum dan full musik, full ac... aku heran dan dengan lugunya iktu aja... karena ngak ada pilkihan laen dari pada harus makanbekal itu sendiri... waduh... ngak kuku...
berjalanla mereka ke sun plaza, masuk kedalam... ntah kenapa perasaan jadi ngak enak... dan benar aja... mereka masuk kedalam ruagan, yagn katanya full ac, ful musik, bersih dan harum.... What the hell... aku ngak salah lihat, tapi mereka hanya tersenyum,,, malu-malu bencong.. menjijikan... dan masuk kedalam kabin satu persatu.... dimana rugan yang berukuran badan satu orang... yagn bisa digunakan setelah anda makan maka anda bisa langsung membuangnya.... sial.... seketika hilagn selera makan.... padahal ibu udah masak enak...
ayo move on dari cerita itu, tibala waktu ujian SMPTN, hari pertama masih berjalan degnan lancar, keluar dangan wajah mash santai, biasa mash pengatahuan dasar. hari kedua baru agak suram... ada awan hitam menutupi wajah kami, ini adegan yagn palign tidak terlupakan... teman perjuangan si ihwan, mengambil kunci jawaban yagn diberikan suatu lembaga... dan dia degan rasa penasaran memeriksa jawabannya... dan ketika siap, menatap wajah ku dengan tatapan yagn miris, aku sudah tau alasannya mengapa... ada sedikit mendung di mamtanya. kemudian dia menawarkan untuk jawabanku diperiksa, saya bilagn No, karena itu hanya kan menambah sakit hati... tapi pas waktu sholat ashar dia mencuri soal ku. dan kami memandang awan dari jendela kaca bus.. sambil menahan air mata yagn meronta ingin keluar... sejenak mata kami bertemu.. dan makin menambah rasa sakit... belum lagi wajah ibu dan ayah tiba-tiba melintas diantara awan-awan.... ternyata jawabanku dan jawabannya tak jauh bedanya... bunayak salahnya.... maaf kan anakkmu ii ibu....
tiba waktunya pengumuman, pagi yagn cerah di bulan agustus.... eh lupa ccerah apa mendung ya... hahahha
mungkin agak mendung dah... ternyata saya tidak lulus di kesehatan masyarakat... tapi alhmadulillahnya lulus di pendidikan Biologi, aduh mikir, kenapa bisa nyangkut disini....
blum sampai disitu saja mash ada perjalan mengambil keputusan...... bersambung... hahah asok keren...